Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia

Pemerintahan

Pendidikan di Lima Puluh Kota

Jumat, 22 Februari 2019 - 09:58:18 WIB | dibaca: 55 pembaca

Lima Puluh Kota, Kominfo - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lima Puluh Kota kembali melaksanaakan Talkshow / Dialog Interaktif bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota Indrawati, S.Pd, M.Pd, Rabu (20/2)

Talkshow yang dilaksanakan di Radio Safasindo kali ini membahas program-program kerja yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, guna memajukan dunia pendidikan dan melestarikan kebudayaan kususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dua program yang sedang digalakan oleh Dinas Pendidikan diantaranya bagaimana terinventarisnya budaya tradisional seperti cagar budaya yang ada di Lima Puluh Kota, kemudian untuk meningkatkan kualitas sekolah-sekolah agar mencapai akreditasi A

"Program Pemerintah yang sudah diaplikasikan untuk memajukan pendidikan dan budaya di Lima Puluh Kota diantaranya sabanyak 72 cagar budaya sudah di inventaris, begitu juga untuk kesenian sudah hampir 80% terealisasi" ujar Indrawati

Sedangkan untuk bidang pendidikan, dari seluruh jumlah SD di Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu 375 SD, sekitar 60% sudah terakreditasi A, dan bahkan telah melebihi target yang diharapkan

"Untuk pelaksanaan UNBK, dari 53 SMP di Kabupaten Lima Puluh Kota, 29 diantaranya sudah menggunakan sistem UNBK, dan selebihnya masih di ngan alat tulis dikarenakan falisitas penunjang seperti internet yang belum memadai" lanjut Indrawati

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan juga menjelaskan menegenai PPDB, Penerimaan Peserta Didik Baru, "Yang mana berdasarkan Permendikbud no 14, ada yg dikenal dengan zonasi, maksudnya bagaimana anak-anak disekitar sekolah dapat diterima di sekolah yg berdekatan dengan tempat tinggalnya" jelas Indrawati

Maksud dari zonasi ini agar pemerataan berkualitas pendidikan, karena yang selama ini kebanyakan siswa yang sekolah ke luar zonasi. "Untuk tahun 2019 diberlakukan peraturan, dimana 5% yang bisa keluar adalah jalur prestasi, 5% mengikuti ortu, dan 90% wajib diterima disekitar sekolah" ucap Indrawati

Diharapkan dengan diberlakukan zonasi ini bisa menjadi penyetaraan kualitas sekolah, sehingga tidak ada lagi sekolah yang tutup karena kekurangan siswa. Selain itu juga dilakukan penyebaran guru dan peningkatan fasilitas sekolah agar kualitas masing-masing sekolah menjadi sama.




Statistik

Saran

Untitled Document